Mengenai Saya

Foto saya
Suka Nulis, walaupun ada yang bilang tulisanku gak bagus, tapi mencoba lebih baik. Berbuat salah itu biasa, tapi mengakui kesalahan itu yang luar biasa, Best Regards.

Kamis, 12 Januari 2012

Cintailah Apa Adanya

Dikutip dari kisah sebuah buku berjudul "Ya Allah, Aku Jatuh Cinta"

Suami saya adalah seorang insinyur, saya mencintai sifatnya yang alami dan saya menyukai perasaan hangat yang muncul dihati saya ketika saya bersandar di bahunya yang bidang.


Tiga tahun dalam masa perkenalan, dan dua tahun dalam masa pernikahan, harus saya akui bahwa saya mulai merasa lelah, alasan-alasan saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan.


Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-benar sensitif serta berperasaan halus. Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang menginginkan permen. Tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan. Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan. Rasa sensitifnya kurang. Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam pernikahan kami telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal.


Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya, bahwa saya menginginkan perceraian. ”Mengapa?” dia bertanya dengan terkejut. ”Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan.”


Dia terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, tampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak. Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan darinya? Dan akhirnya dia bertanya. ”Apa yang dapat saya lakukan untuk merubah pikiranmu?”


Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan, ”Saya punya pertanyaan, jika kau dapat menemukan jawabannya di dalam hati saya, saya akan merubah pikiran saya: seandainya, saya menyukai setangkai bunga indah yang ada di tebing gunung dan kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan mati. Apakah kamu akan melakukannya untuk saya?” Dia termenung dan akhirnya berkata, ”Saya akan memberikan jawabannya besok.”


Hati saya langsung gundah mendengar responnya. Keesokan paginya, dia tidak ada di rumah, dan saya menemukan selembar kertas dengan oret-oretan tangannya di bawah sebuah gelas yang berisi susu hangat yang bertuliskan...


”Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya.” Kalimat pertama ini menghancurkan hati saya. Saya melanjutkan untuk membacanya.


”Kamu bisa mengetik di komputer dan selalu mengacaukan program di PC nya dan akhirnya menangis di depan monitor, saya harus memberikan jari-jari saya supaya bisa membantumu dan memperbaiki programnya.”


”Kamu sering lupa membawa kunci rumah ketika kamu keluar rumah, dan saya harus memberikan kaki saya supaya bisa mendobrak pintu, dan membukakan pintu untukmu ketika pulang.” ”Kamu suka jalan-jalan keluar kota, tapi selalu nyasar di tempat-tempat baru yang kamu kunjungi, saya harus menunggu di rumah agar bisa memberikan mata saya untuk mengarahkanmu.”


”Kamu selalu pegal-pegal pada waktu ’teman baikmu’ datang setiap bulannya, dan saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kakimu yang pegal.” ”Kamu senang diam di rumah, dan saya selalu khawatir kamu akan menjadi ’aneh’. Dan harus membelikan sesuatu yang dapat menghiburmu di rumah atau meminjamkan lidahku untuk menceritakan hal-hal lucu yang aku alami.” ”Kamu selalu menatap komputermu, membaca buku dan itu tidak baik untuk kesehatan matamu, saya harus menjaga mata saya agar ketika kita tua nanti, saya masih dapat menolong mengguntingkan kukumu dan mencabuti ubanmu.”


”Tanganku akan memegang tanganmu, membimbingmu menelusuri pantai, menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna-warna bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajahmu.”


”Tapi sayangku, saya tidak akan mengambil bunga itu untuk mati. Karena, saya tidak sanggup melihat air matamu mengalir menangisi kematianku”


”Sayangku, saya tahu, ada banyak orang yang bisa mencintaimu lebih dari saya mencintaimu.”


”Untuk itu sayang, jika semua yang telah diberikan tanganku, kakiku, mataku, tidak cukup bagimu. Aku tidak bisa menahan dirimu mencari tangan, kaki, dan mata lain yang dapat membahagiakanmu.”


Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur, tapi saya tetap berusaha untuk membaca, ”Dan sekarang, sayangku, kamu telah selesai membaca jawaban saya. Jika kamu puas dengan semua jawaban ini, dan tetap menginginkanku untuk tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang sedang berdiri di sana menunggu jawabanmu.”


”Jika kamu tidak puas, sayangku, biarkan aku masuk untuk membereskan barang-barangku, dan aku tidak akan mempersulit hidupmu. Percayalah, bahagiaku bila kau bahagia.”


Saya segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaanku. Oh, kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih dari dia mencintaiku.


Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur hilang dari hati kita karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.


Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan kita, dan bukan mengharapkan wujud tertentu.

Sumber : Blog cahaya bunga malam

Maaf Tidak didekatmu my lv

Hari senin,  tanggal 10 Januari 2012 tepatnya jam 19.12 WITA adalah hari yang terburuk, tau kabarnya Pai sakit Malaria Plus 2 . Dengar  itu rasanya takut, tidak tenang, gelisah. Niatanku mau keluar kerja saja dan nyusulin pai ke sana, tapi dia ngelarang katanya jangan banyak pikiran, dia baik-baik saja, dirawat sama dokter, ada Ato (kerabat dari bulukumba yang ikut di Papua).


Sebelumnya saya ada firasat pasti pai kenapa2, dirumah kantor saya kepikiran terus kedia, makan tdk tenang,  tidur jg gelisah sering kebangun.Dihubungi pai HPnya gak aktif, di SMS tdk masuk, pesan lewat FB gak di balas juga.


Kemarin tanggal 11 januari 2012 saya telpon dia, ya Allah suaranya beda sekali lemah, tdk bertenaga tapi tetap semangat bercandanya, katanya dia tidak apa2 cuma sakit Malaria dan Malarindu (he heee masih bisa becanda juga pai cintaku, sayangku, rinduku), terus saya dikasi bicara sama ato dan ternyata sakitnya pai sudah dari 3 hari yang lalu : demam tinggi dan muntah, juga gak mau makan. Antara mau marah (knp gak dikasitau), mau nangis, sedih pokoknya campur2 rasanya mau teriak saja. Saat itu ditenangin lagi sama pai katanya bentar sore sudah baikan, sampai pagi ini sudah menghabiskan 6 botol cairan (wah kaget dong artinya pai gak makan/minum kekurangan cairan), setelah itu saya minta dia untuk istrahat total gak mikirin kerjaan yang terpenting kesembuhannya dia. Malam hari dia sms lagi katanya infusnya sudah dicabut menghabiskan cairan 7 botol, kondisinya sekarang sudah agak baikan mulai makan, dan istrahat di rumah (alhamdulillah ya Allah kondisinya mulai baikan).

Yang bisa kulakukan cuma ngasih semangat, ingatkan makan teratur dan banyak minum air putih  trus tambah asupan vitamin untuk meningkatkan ketahanan tubuhnya. 

Terkirim Do'a untuk Pai yang sangat kuhormati, dan kusayangi. 
Allohumma Robbannaas azhibil ba’sa isyfihi wa antasy syaafi laa syifaa’an illa syifaa’uka syifaa’an yaa yughoodiru saqoman
(Ya Allah Robb sekalian manusia, hilangkanlah kesengsaraan ini dan sembuhkanlah ia. Karena sesungguhnya Engkau Maha Penyembuh dan tidak ada kesembuhan melainkan hanya dari-Mu yaitu kesembuhan yang tidak  mennggalkan penyakit lagi.)

A’uzu bi’izzatillahi wa qudrotihi min syarri maa ajidu wa uhaaziru
“Aku berlindung dengan kemuliaan  dan kekuasaan Allah dari bencana penyakit yang kurasakan dan kucemaskan ini.”

BismillaahirRahmaanirRahiim
AllaahummaRabbannaas …… Ya Allah Tuhan Manusia
Engkau Maha Penyayang …… sementara kami sedang mengalami kesulitan
Adzhibilba’sya isyfi. ……..sembuhkan kami dari penyakit kami dan hilangkan rasa sakit yang menyertai penyakit kami…..
Sesungguhnya di balik rasa sakit yang kami derita,terdapat suatu penyakit di dalam diri. Dan jika kami telan obat penghilang rasa sakit , maka rasa sakit mungkin hilang, tetapi penyakit kami masih mungkin ada di dalam tubuh kami.. Padahal rasa sakit yang kami derita dapat Engkau jadikan sebagai penghapus dosa kami.
Karena itu…
Ya Allah sembuhkan kami dan ampunilah dosa kami….
Penyembuhan yang datang dari Engkau Ya Allah, adalah yang menyembuhkan penyakit sekaligus rasa sakit yang menyertainya
AntasySyaafii ….laasyifa’a illaa Syifaa’uka…
Engkaulah Maha Penyembuh….. tiada kesembuhan sejati kecuali yang datang karenaMU
Tolonglah kami dengan mendatangkan orang yang ahli mengobati kami….
Tolonglah kami dengan mendatangkan orang yang tahu obat penyakit kami…
Tolonglah kami dengan menunjukkan cara yang benar dalam pengobatan penyakit kami…………
Sesungguhnya ahli pengobatan maupun obat yang tepat untuk kami , hanya akan datang karenaMU …yang hanya akan kami terima , jika Engkau meridhai….
Syifaa’an laa yughaadiru saqamaa…….
Ya Allah yang maha Penyayang, sembuhkan kami secara tuntas…..kesembuhan yang tidak membawa komplikasi rasa sakit atau penyakit lain….. , yaitu kesehatan yang datang karena ridhaMu. Kesehatan yang semakin meningkatkan ketakwaan kami.
Astaghfirullah Ya Gafur …..Astaghfirullah Ya Afuw……Astaghfirullah Ya Salam



Pai cepat sembuh ya,, Lv u