Mengenai Saya

Foto saya
Suka Nulis, walaupun ada yang bilang tulisanku gak bagus, tapi mencoba lebih baik. Berbuat salah itu biasa, tapi mengakui kesalahan itu yang luar biasa, Best Regards.
Tampilkan postingan dengan label Pertanian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertanian. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Mei 2011

Pisang

Semua orang pasti kenal pisang. buah ini merupakan makanan khas bagi semua kalangan baik kalangan miskin ataupun kalangan eksekutif atau kalangan atas alias kaya.. mau tau apa saja yang terkandung dalam pisang?.. berikut ini penjelasannya..

Selain memberikan kontribusi gizi lebih tinggi daripada apel, pisang juga dapat menyediakan cadangan energi dengan cepat bila dibutuhkan. Termasuk ketika otak mengalami keletihan. Makanan ringan dari pisang sangat populer bagi masyarakat di perkotaan maupun pedesaan. Beragam jenis makanan ringan dari pisang yang cukup populer antara lain kripik asal Lampung, sale (Bandung), molen (Bogor), dan epe, pallu butung, Barongko (Makassar). 

Ada laporan yang menyebutkan bahwa pisang berasal dari Asia Tenggara, Brasil, dan India. Di Asia Tenggara, pisang diyakini berasal dari Semenanjung Malaysia dan Filipina. Pisang telah lama berkembang di India, yaitu sejak 500 tahun sebelum Masehi dan menyebar sampai ke daerah Pasifik. Pisang berkembang subur pada daerah tropis yang lembab, terutama di dataran rendah.
Karena itu, di daerah hujan turun merata sepanjang tahun, produksi pisang dapat berlangsung tanpa mengenal musim. Tidak heran, Indonesia, Kepulauan Pasifik, dan Brasil terkenal sebagai negara pengekspor pisang. Namun, Indonesia tidak termasuk dalam 15 negara terbesar di dunia yang mengonsumsi pisang. Masyarakat di negara-negara Afrika dan Amerika Latin dikenal sangat tinggi mengonsumsi pisang setiap tahunnya. 

Berdasarkan cara konsumsi, pisang dikelompokkan dalam dua golongan, yaitu banana dan plantain. Banana adalah pisang yang lebih sering dikonsumsi dalam bentuk segar setelah buah matang, contohnya pisang ambon, susu, raja, seribu, dan sunripe. Plantain adalah pisang yang dikonsumsi setelah digoreng, direbus, dibakar, atau dikolak, seperti pisang kepok, siam, kapas, tanduk, dan uli.
Pisang mempunyai kandungan gizi sangat baik, antara lain menyediakan energi cukup tinggi dibandingkan dengan buah-buahan lain. Pisang kaya mineral seperti kalium, magnesium, fosfor, besi, dan kalsium. Pisang juga mengandung vitamin, yaitu C, B kompleks, B6, dan serotonin yang aktif sebagai neurotransmitter dalam kelancaran fungsi otak. 

Energi Instan
Nilai energi pisang sekitar 136 kalori untuk setiap 100 gram, yang secara keseluruhan berasal dari karbohidrat. 
Nilai energi pisang dua kali lipat lebih tinggi daripada apel. Apel dengan berat sama (100 gram) hanya mengandung 54 kalori.
Karbohidrat pisang menyediakan energi sedikit lebih lambat dibandingkan dengan gula pasir dan sirup, tetapi lebih cepat dari nasi, biskuit, dan sejenis roti. Oleh sebab itu, banyak atlet saat jeda atau istirahat mengonsumsi pisang sebagai cadangan energi. 

Kandungan energi pisang merupakan energi instan, yang mudah tersedia dalam waktu singkat, sehingga bermanfaat dalam menyediakan kebutuhan kalori sesaat. Karbohidrat pisang merupakan karbohidrat kompleks tingkat sedang dan tersedia secara bertahap, sehingga dapat menyediakan energi dalam waktu tidak terlalu cepat. Karbohidrat pisang merupakan cadangan energi yang sangat baik digunakan dan dapat secara cepat tersedia bagi tubuh. 

Gula pisang merupakan gula buah, yaitu terdiri dari fruktosa yang mempunyai indek glikemik lebih rendah dibandingkan dengan glukosa, sehingga cukup baik sebagai penyimpan energi karena sedikit lebih lambat dimetabolisme. Sehabis bekerja keras atau berpikir, selalu timbul rasa kantuk. Keadaan ini merupakan tanda-tanda otak kekurangan energi, sehingga aktivitas secara biologis juga menurun.
Untuk melakukan aktivitasnya, otak memerlukan energi berupa glukosa. Glukosa darah sangat vital bagi otak untuk dapat berfungsi dengan baik, antara lain diekspresikan dalam kemampuan daya ingat.
Glukosa tersebut terutama diperoleh dari sirkulasi darah otak karena glikogen sebagai cadangan glukosa sangat terbatas keberadaannya. 

Glukosa darah terutama didapat dari asupan makanan sumber karbohidrat. Pisang adalah alternatif terbaik untuk menyediakan energi di saat-saat istirahat atau jeda, pada waktu otak sangat membutuhkan energi yang cepat tersedia untuk aktivitas biologis.
Namun, kandungan protein dan lemak pisang ternyata kurang bagus dan sangat rendah, yaitu hanya 2,3 persen dan 0,13 persen. Meski demikian, kandungan lemak dan protein pisang masih lebih tinggi dari apel, yang hanya 0,3 persen. Karena itu, tidak perlu takut kegemukan walau mengonsumsi pisang dalam jumlah banyak. 

Kaya Mineral
Pisang kaya mineral seperti kalium, magnesium, fosfor, kalsium, dan besi.
Bila dibandingkan dengan jenis makanan nabati lain, mineral pisang, khususnya besi, hampir seluruhnya (100 persen) dapat diserap tubuh.
Berdasarkan berat kering, kadar besi pisang mencapai 2 miligram per 100 gram dan seng 0,8 mg. Bandingkan dengan apel, yang hanya mengandung 0,2 mg besi dan 0,1 mg seng untuk berat 100 gram. 

Kandungan vitaminnya sangat tinggi, terutama provitamin A, yaitu betakaroten, sebesar 45 mg per 100 gram berat kering, sedangkan pada apel hanya 15 mg. Pisang juga mengandung vitamin B, yaitu tiamin, riboflavin, niasin, dan vitamin B6 (piridoxin). 

Kandungan vitamin B6 pisang cukup tinggi, yaitu sebesar 0,5 mg per 100 gram. Selain berfungsi sebagai koenzim untuk beberapa reaksi dalam metabolisme, vitamin B6 berperan dalam sintetis dan metabolisme protein, khususnya serotonin. Serotonin diyakini berperan aktif sebagai neurotransmitter dalam kelancaran fungsi otak. 

Vitamin B6 juga berperan dalam metabolisme energi yang berasal dari karbohidrat. Peran vitamin B6 ini jelas mendukung ketersediaan energi bagi otak untuk aktivitas sehari-hari.
Manfaat bagi Ibu Hamil
Pisang juga disarankan untuk dikonsumsi para wanita hamil karena mengandung asam folat yang mudah diserap janin melalui rahim. Tetapi atur konsumsi Anda karena dalam satu buah pisang mengandung sekitar 85-100 kalori yang terlalu besar untuk calon buah hati Anda.


Manfaat bagi Penyakit Usus dan Perut
Pisang yang dicampur dengan susu cair atau dimasukkan dalam segelas susu cair, dapat dihidangkan sebagai obat untuk penyakit usus. Selain itu, cara seperti ini juga direkomendasikan untuk pasien sakit perut dan cholik guna menetralkan keasaman lambung.


Manfaat bagi Luka Bakar
Tidak hanya buahnya saja yanag bermanfaat, tetapi daun pisang pun dapat digunakan untuk pengobatan kulit yang terbakar dengan cara dioles karena campuran abu daun pisang ditambah minyak kelapa mempunyai pengaruh yang dapat mendinginkan kulit dan menyembuhkan luka bakar.


Manfaat bagi Diabetes
Masyarakat Gorontalo di Sulawesi Utara menganggap jenis pisang goroho atau pisang khas daerah setempat, merupakan makanan tambahan atau pokok bagi orang yang menderita penyakit gula atau diabetes melitus. Caranya, buah pisang goroho yang belum matang dikukus kemudian dicampur dengan kelapa parut muda.

Masyarakat Gorontalo di Sulawesi Utara menganggap jenis pisang goroho atau pisang khas daerah setempat, merupakan makanan tambahan atau pokok bagi orang yang menderita penyakit gula atau diabetes melitus. Caranya, buah pisang goroho yang belum matang dikukus kemudian dicampur dengan kelapa parut muda.

Pisang dan Kecantikan
Jika Anda mulai merasa putus asa karena jerawat yang terus bermunculan dan sepertinya cara apapun tidak lagi bisa menolong, cobalah pengobatan alami dengan buah pisang. Bubur pisang dicampur dengan sedikit susu dan madu kemudian dioleskan pada wajah setiap hari secara teratur selama 30-40 menit dan basuh dengan air hangat kemudian bilas dengan air dingin atau es, diulang selama 2 minggu dapat membuat kulit Anda tampak bersih bersinar dan jauh dari jerawat

Jumat, 29 April 2011

JAGUNG TRANSGENIK

Jagung Transgenik di Negara Eropa


Jagung transgenik mampu bertahan dari penggerek jagung Eropa, telah menyelamatkan miliaran dolar para petani Midwest dekade lalu, demikian laporan sebuah studi baru di Science.
Penelitian yang dilakukan oleh beberapa universitas di Midwest menunjukkan bahwa penekanan hama ini telah menyelamatkan 3,2 miliar dolar bagi petani jagung di Illinois, Minnesota dan Wisconsin selama 14 tahun terakhir, dan menyelamatkan lebih dari 2,4 milyar dolar bagi petani jagung non-Bt. Demikian pula dengan Iowa dan Nebraska yang menyelamatkan 3,6 milyar dolar, dengan menyelamatkan pula 1,9 milyar bagi petani jagung non-Bt.

Jagung transgenik direkayasa untuk mengekspresikan protein insektisida dari bakteri Bacillus thuringiensis (Bt). Jagung Bt telah diadopsi secara luas dalam pertanian AS sejak komersialisasinya pada tahun 1996. Pada tahun 2009, jagung Bt merupakan 63 persen dari tanaman di AS.

Ngengat penggerek jagung tidak bisa membedakan antara jagung Bt dan non-Bt, jadi penggerek betina bertelur di kedua jenis bidang. Setelah telur menetas dalam jagung Bt, larva penggerek muda yang memakan jagung tersebut akan mati dalam waktu 24 hingga 48 jam.
Manfaat utama dari penanaman jagung Bt mengurangi resiko kehilangan panen, dan berhektar-hektar tanaman jagung Bt menerima manfaat ini setelah petani membayar biaya teknologi jagung Bt. Tetapi sebagai akibat dari penekanan hama secara meluas, maka jagung non-Bt juga ikut terselamatkan dari resiko kehilangan panen, tanpa mengeluarkan biaya teknologi Bt, dan dengan demikian menerima lebih dari setengah manfaat dari pertumbuhan jagung Bt di wilayah tersebut.
“Kami telah mengasumsikan beberapa waktu di mana manfaat ekonomi bisa diperoleh, bahkan di antara produsen yang memilih untuk tidak menanam hibrida Bt,” kata penulis mitra studi, Mike Gray, ahli entomologi Extension Universitas Illinois  dan profesor di Department of Crop Sciences. “Namun, setelah dihitung, besarnya manfaat ini bahkan lebih mengesankan.”
Selama beberapa tahun terakhir, ahli entomologi dan produsen jagung telah memperhatikan kerapatan yang sangat rendah pada penggerek jagung Eropa di Illinois. Bahkan, kerapatan di Illinois telah mencapai titik terendah bersejarah ke titik di mana banyak yang mempertanyakan status hamanya, kata Gray.
“Sejak diperkenalkannya jagung Bt, awalnya difokuskan terutama pada penggerek jagung Eropa, banyak ahli entomologi dan ekologi telah bertanya-tanya apakah penekanan populasi hama di area yang luas pada akhirnya akan terjadi,” kata Gray. “Seperti yang ditunjukkan penelitian, penekanan hama secara luas telah terjadi dan secara dramatis mengurangi kerugian tahunan sekitar 1 miliar dolar sebelumnya yang disebabkan oleh penggerek jagung Eropa.” Informasi ini juga menyediakan insentif bagi petani untuk menanam jagung non-Bt di samping jagung Bt.

“Manfaat ekonomi dan lingkungan berkelanjutan dari teknologi ini akan bergantung dari pengelolaan berkelanjutan oleh produsen dalam menjaga jagung non-Bt untuk meminimalkan risiko evolusi spesies hama tanaman ke arah resistensi terhadap Bt,” kata Gray.
 
Penelitian ini berjudul “Areawide Suppression of European Corn Borer with Bt Maize Reaps Savings to Non-Bt Maize Grower”, akan muncul di Science edisi 8 Oktober. Pemimpin peneliti adalah Bill Hutchison dari Universitas Minnesota. Kolaborasi penulis termasuk Eric Burkness dan Roger Moon dari Universitas Minnesota, Paul Mitchell dari Universitas Wisconsin, Tim Leslie dari Universitas Long Island, Shelby Fleischer dari Universitas Pennsylvania State, Mark Abrahamson dari Departemen Pertanian Minnesota, Krista Hamilton dari Departemen Pertanian Wisconsin, Perdagangan dan Perlindungan Konsumen, Steffey Kevin dan Mike Gray dari  Universitas Illinois, Rick Hellmich dari USDA-ARS, Von Kaster dari Syngenta Seeds Inc, Hunt Tom dan Bob Wright dari Universitas Nebraska, Pecinovsky Ken dari Universitas Iowa State, Tom Rabaey dari General Mills Inc, Brian Flood dari Del Monte Foods, dan terakhir, Earl Raun dari Pest Management Company. (sumber Fakta Ilmiah.com)


Jagung Transgenik dan   Perkembangan di Indonesia


Di Indonesia jagung merupakan bahan pangan kedua setelah padi.Selain itu, jagung juga digunakan sebagai bahan baku industri pakan dan industri lainnya. Hal ini mengakibatkan kebutuhan jagung di dalam negeri terus meningkat dari tahun ke tahun. Untuk memenuhi kebutuhan jagung
harus dilakukan impor, terutama dari Amerika.



Diperkirakan kebutuhan jagung dalam negeri sampai tahun 2010 akan terus meningkat sehubungan dengan bertambahnya jumlah penduduk dan berkembangnya industri pangan dan pakan. Oleh karena itu, produksi jagung dalam negeri perlu ditingkatkan sehingga volume impor dapat dikurangi dan bahkan ditiadakan.

Upaya peningkatan produksi jagung dapat dilakukan melalui berbagai cara, antara lain melalui perbaikan genetik tanaman. Perbaikan genetik jagung bertujuan untuk mengatasi kendala pertumbuhan tanaman, terutama cekaman lingkungan biotik dan abiotik.


Perbaikan genetik jagung dapat dilakukan secara konvensional maupu melalui rekayasa genetik (genetic engeenering). Dengan berkembangnya bioteknologi, perbaikan genetik jagung melalui rekayasa genetik akan menjadiandalan dalam pemecahan masalah perjagungan di masa mendatang.
Seperti diketahui, pemuliaan secara konvensional mempunyai keterbatasan dalam mendapatkan sifat unggul dari tanaman. Dalam rekayasa genetik jagung, sifat unggul tidak hanya didapatkan dari tanaman jagung itu sendiri, tetapi juga dari spesies lain sehingga dapat dihasilkan tanaman transgenik.
Jagung Bt merupakan tanaman transgenik yang mempunyai ketahanan terhadap hama, di mana sifat ketahanan tersebut diperoleh dari bakteri Bacillus thuringiensis (Herman 1997).



Kendala pemanfaatan sumber genetik dalam pemuliaan konvensional dapat diatasi melalui rekayasa genetik yang bertujuan untuk mendapatkan tanaman yang mempunyai daya hasil tinggi dan tahan terhadap cekaman biotik dan abiotik. Penggunaan teknologi rekayasa genetik pada tanaman jagung berkembang pesat setelah pertama kali Gordonn-Kamm et al. (1990) berhasil mendapatkan tanaman jagung transgenik yang fertil. Hal ini merupakan terobosan dalam pengembangan dan pemanfaatan plasma nutfah dalam penelitian di bidang biologi tanaman jagung. Teknologi rekayasa genetik merupakan teknologi transfer gen dari satu spesies k spesies lain, di mana gen interes berupa suatu fragmen DNA (donor gen) ditransformasikan ke dalam sel atau tanaman inang (akspetor gen) untuk menghasilkan tanaman transgenik yang mempunyai sifat baru. Terdapat dua metode dalam pemanfaatan teknologi transfer gen, yaitu secara langsung dan tidak langsung. Metode transfer gen secara langsung diantaranya adalah:


a. Elektroforasi (electroporation)
Metode ini menggunakan protoplas sebagai inang. Dengan bantuanpolyetilen glikol (PEG), DNA interes terpresipitasi dengan mudah dan kontak dengan protoplas. Setelah dilakukan elektroforasi dengan voltase yang tinggi permeabilitas protoplas menjadi lebih tinggi, sehingga DNA melakukan penetrasi ke dalam protoplas.


b . Penembakan partikel (Particle bombardment), yaitu teknologi yang menggunakan metode penembakan partikel atau gen gun. DNA yang melapisi partikel ditembakkan secara langsung ke dalam sel atau jaringan tanaman (Klein et al.1988). Partikel yang mengandung DNA tersebut menembus dinding sel dan membran, kemudian DNA berdifusi dan menyebar di dalam sel secara independen. Metode transformasi dengan penembakan partikel pertama kali diaplikasikan pada jagung
oleh Gordon-Kamm et al.


c. Karbid silikon (silicon carbide), yaitu teknologi transfer gen di mana suspensi sel tanaman inang dicampur dengan serat karbid silikon yang mengandung DNA plasmid dari gen interes, kemudian dimasukkan kedalam tabung mikro dan dilakukan pemutaran dengan vortex. Serat silikon karbida berfungsi sebagai jarum injeksi mikro (micro injection) untuk memudahkan perpindahan DNA ke dalam sel tanaman. Metode ini telah digunakan dan menghasilkan tanaman jagung transgenik yang
fertil (Kaeppler et al. 1990)


Ishida et al. (1996) telah berhasil mendapatkan tanaman jagung transgenik yang fertil. Tanaman jagung yang digunakan sebagai eksplan adalah genotipe A188 dan hasil persilangan A188 dengan genotipe lainnya.  Dengan tingkat frekuensi yang tinggi, yaitu antara 5% dan 30%, hampir semua
tanaman jagung transgenik yang didapatkan mempunyai morfologi yang normal dan lebih dari 70% merupakan tanaman fertil. Setelah dilakukan analisis secara molekuler dan genetik, turunan dari tanaman jagung transgenik mempunyai stabilitas dalam integrasi dan ekspresi. Copy number dari gen tertransfer yang terintegrasi adalah satu dan dua kopi, hanya sediki yang mengalami rearrangement. (sumber : Sustiprijatno: Jagung Transgenik dan Perkembangan Penelitian di Indonesia)



Perkembangan Jagung Transgenik Di Provinsi Gorontalo


Provinsi Gorontalo sedang mengembangkan jagung transgenik yang merupakan jagung hasil rekayasa genetika. Jagung transgenik dinilai dapat meningkatkan produksi jagung hingga tiga kali lipat dibanding jagung lokal. Selain itu, biaya pemeliharan dan perawatan tanaman jagung dapat ditekan.

Menurut Kepala Badan Pusat Informasi Jagung (BPIJ) Gorontalo Muljady D Mario, izin penerapan jagung transgenik sudah diajukan ke Komisi Keamanan Hayati Nasional dan Komisi Lingkungan Hidup Nasional. Jika izin turun atau diperbolehkan, pihaknya akan segera melakukan pengujian terbatas yang bekerja sama dengan Universitas Negeri Gorontalo.
 
“Jagung transgenik merupakan jagung yang benihnya didapat dari rekayasa genetika. Sifat- sifat yang ditanamkan pada benih jagung ini adalah tahan terhadap hama, pestisida, dan juga tahan jika kondisi tanah kekurangan air,” kata Muljady, Rabu (2/3/2011) di Gorontalo.
Keunggulan jagung transgenik dibanding jagung lokal, kata Muljady, adalah produktivitasnya lebih tinggi dari jagung lokal. Dalam luasan lahan satu hektar, jagung transgenik mampu menghasilkan 12-15 ton. Sementara jagung lokal hanya mampu memproduksi 3-4 ton per hektar. “Biaya pemeliharaan jagung transgenik juga lebih murah karena jenis ini lebih tangguh terhadap serangan hama dan pengaruh pestisida,” ucap Muljady.(sumber : Kompas.com)




















Selasa, 12 April 2011

GULA MERAH

Tahukah anda gula merah itu berasal dari mana?????? nah berikut ini penulis paparkan bahan baku, proses pembuatan sampai pada proses pencetakan akhir gula merah. Materi ini dikutip dari Tugas Akhir (skripsi) Penulis yang berjudul:  Analisis Bauran Pemasaran Gula Merah dalam Upaya Peningkatan Volume Penjualan (studi kasus di Kec. Kajang Kab. Bulukumba, Sulawesi Selatan, Indonesia).


Gula kelapa adalah gula yang diperoleh dari pemekatan cairan hasil sadapan tongkol bunga kelapa, yakni nira kelapa. Gula merupakan bahan baku sangat penting dalam industri makanan seperti kecap, enting-enting, nopya, jenang dan industri perumahan lainnya.
Di pasaran dikenal gula kelapa cetak dan gula semut. Prinsip pembuatan kedua bentuk gula kelapa ini pada dasarnya sama, seperti terlihat pada skema di bawah ini.

Skema pembuatan gula kelapa cetak dan semut
 

Bahan dan peralatan Bahan Baku :

Nira Kelapa
Nira diperoleh dari penyadapan mayang bunga kelapa yang sudah cukup umur. Nira yang digunakan harus mempunyai pH 5,5 - 7,0 dan kadar gula reduksi (glukosa dart fruktosa) relatif rendah. Nira segar biasanya mempunyai pH 6,0 - 7,0.


 Bahan Pengawet (Pattappo)
Bahan pengawet seperti air kapur, irisan batang nangka yang disatukan dalam  ember ditambahkan air ( pattappo). campuran ini yang diisikan ke dalam pongkor penampung nira sebelum pongkor tersebut dipasang di pohon (tiap pongkor biasanya diisi bahan pengawet sebanyak kira-kira 5 ml.);
pengawet lain yang dapat digunakan adalah natrium metabisulfit dengan dosis 0,025 -0,10% atau natrium benzoat dengan dosis 0,05 - 0,20%;
kelapa parut, kemiri atau minyak goreng, digunakan untuk menekan buih yang terbentuk atau meluap sewaktu pendidihan;
air, untuk mencuci perlatan dan cetakan sebelum dan sesudah digunakan dan untuk mem­basahi cetakan sehingga gula kelapa yang dicetak nantinya mudah lepas dari cetakan.

Peralatan :
Peralatan penyadap dapat digunakan pisau sadap atau pongkor bambu. Peralatan proses : wajan besi/aluminium, kain saving, ember/baskom, serok, cetakan dan tungku/kompor.

 Proses Pembuatan
Proses pembuatan gula merah pada prinsipnya adalah proses penguapan atau pemekatan nira. Tahap-tahap proses pembuatan gula kelapa meliputi :

Pengumpulan Nira
Nira hasil sadapan dikumpulkan dalam ember/baskom yang agak besar, lalu sebaiknya .sesegera mungkin dimasak untuk mencegah terbentuknya asam. Sisa pengawet yang mengumpul di Ujung pongkor sebaiknya jangan diikutkan karena akan menghasilkan warna gula yang kurang baik.



 Penyaringan 
Sebelum dimasak, nira disaring terlebih dahulu untuk membuang kotoran-kotoran yang berupa bunga kelapa, lebah dan semut. Penyaringan nira ini hendaknya menggunakan kain saring yang bersih, dan hasil saringan langsung ditampung dalam wajan.





 Pemasakan
Wajan yang berisi nira bersih dipanaskan di atas tungku. Pada awal pemasakan api harus besar untuk mempercepat proses penguapan. Nira akan mendidih pada suhu sekitar 110°C. Pada saat mulai mendidih, kotoran halus akan terapung ke permukaan bersama-sama buih nira. Kotoran-kotoran ini dibuang dengan menggunakan serok. Pendidihan selanjutnya akan menimbulkan busa nira yang meluap-luap berwarna coklat kekuning-kuningan. Sewaktu-waktu nira yang mendidih ini hendaknya diaduk-aduk untuk menjaga agar buih nira tidak meluap ke luar wajan. Untuk mengurangi meluapnya buih maka tambahkan parutan kelapa, kemiri atau minyak goreng secukupnya (kira-kira 5 gram atau sate sendok makan minyak goreng untuk 25 liter nira yang dimasak).

Bila nira sudah mengental, api dikecilkan dan pekatan nira tetap diaduk-aduk. Untuk mengetahui bahwa nira tersebut sudah masak atau belum, dilakukan pengujian kekentalan, yaitu dengan cara meneteskan pekatan nira ke dalam air dingin. Bila tetesan tadi menjadi keras, berarti pemasakan sudah cukup clan wajan segera diangkat clan tungku. Waktu yang diperlukan untuk memasak 25 - 30 liter nira kira-kira 4-5 jam dan membutuhkan kayo bakar 1/6 m3.

 
Pendinginan
Untuk mempercepat proses pendinginan, pekatan nira segera diaduk. Pengadukan dilakukan sampai suhunya turun menjadi sekitar 70°C Pengadukan ini juga akan menyebabkan tekstur dan warna gula yang dihasilkan lebih baik dan cepat kering.



Pencetakan
Segera setelah suhu pekatan nira telah turun menjadi sekitar 700C, maka segera dilakukan pencetakan. Pekatan nira dituangkan ke dalam cetakan tempurung yang sebelumnya telah direndam dan dibasahi dengan air untuk mempermudah pelepasan setelah gulanya kering. Pelepasan gula dilakukan setelah gula mencapai suhu kamar.


Pengemasan
Gula yang telah dikeluarkan dari cetakan dibungkus untuk selanjutnya dipasarkan. Pembungkus, yang digunakan dapat berupa daun Jati kering, daun pisang kering atau kantung plastik.